SMK Penerbangan AAG Adisutjipto

SMK Penerbangan Vokasi

Bersama SMK Penerbangan AAG Adisutjipto, kami menempa generasi muda menjadi tenaga ahli penerbangan yang disiplin, profesional, dan siap menaklukkan industri global.

<
579+
Siswa Aktif
4
Jurusan Unggulan
50+
Tenaga Pendidik
20+
Mitra Industri

Berita Utama

Sorotan Kegiatan Sekolah

pendidikan

Wamen Atip: Teknologi AI harus Berpijak dan Bermanfaat untuk Kemanusiaan dan Nilai Keagamaan

Depok, Kemendikdasmen – Bertepatan dengan momentum Hari Lahir Pancasila, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, memberikan orasi ilmiah dalam acara Wisuda Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAI Persis), di Depok, Jawa Barat, Senin (1/6).Dengan tajuk Membangun Peradaban Berbasis Etika Menakar Peluang dan Tantangan Masa Depan Bagi Sarjana Muslim, Wamen Atip mengajak kepada seluruh civitas akademika STAI Persis dan para wisudawan untuk memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai penguat kapasitas intelektual, khususnya di bidang keilmuan agama Islam.Dalam orasinya, Wamen Atip turut menyoroti kemudahan akses informasi yang ditawarkan oleh AI. Menurutnya, banyak kekhawatiran yang muncul bahwa AI dapat menggeser peran strategis keilmuan agama, khususnya bidang pembuatan fatwa dan kajian keagamaan. “AI sejatinya tidak dapat menggantikan kedalaman ilmu dan kepasitas intelektual manusia. Kehebatan otak manusia tetap menghasilkan kualitas terbaik dengan kemampuan berfikir kritis dan kreatifitas,” ungkap Wamendikdasmen, Atip Latipulhayat, di Depok, Senin (1/6).Pada konteks perguruan tinggi Islam, Wamen Atip menilai AI perlu dipandang sebagai keterampilan yang harus dikuasai oleh seluruh sivitas akademika. Baginya, kemudahan informasi melalui AI dapat dimanfaatkan untuk kemanfaatan ilmu pengetahuan Islam yang berguna untuk masyakarat.“Tantangan saat ini adalah bagaimana kita harus memperkaya data dan informasi tentang keislaman di AI, agar hal tersebut bukan hanya sebagai ilmu, tetapi menjadi sumber inspirasi. Tentunya perlu upaya kolektif untuk memperkaya basis pengetahuan digital dengan informasi yang akurat mengenai pemikiran, tradisi, dan khazanah keilmuan Islam, termasuk kontribusi organisasi-organisasi Islam di Indonesia,” papar Wamen Atip.Di sisi lain, Wamen Atip memandang ilmu keislaman harus terus dikembangkan agar tidak berhenti pada tataran normatif semata. Perguruan tinggi Islam dijelaskannya harus menjadikan nilai-nilai Islam sebagai sumber inspirasi lahirnya ilmu yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern, termasuk di bidang ekonomi, teknologi, sosial, dan kebijakan publik.“Keberhasilan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya memanfaatkan waktu dan menghasilkan kreativitas. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Islam memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan ilmu yang bermanfaat, inovasi yang berdampak, serta memastikan bahwa perkembangan teknologi tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman,” pungkas Wamen Atip. (Penulis: Destian, Fotografer: Morecka)&nbsp;Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah&nbsp;Laman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook:&nbsp; facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/berita&nbsp;#PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

pendidikan

Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru

Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru mencakup sebelas (11) program prioritas, yaitu:Tunjangan Guru Aparatur Sipil Negara Daerah (ASND)Tunjangan Guru, Bantuan Insentif, dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi Guru NonASNPendidikan Profesi GuruPemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-IVPembelajaran MendalamKoding dan Kecerdasan ArtifisialPeningkatan Kompetensi Guru BK&nbsp;Program Kepemimpinan Sekolah (Pelatihan BCKS)&nbsp;Gerakan Numerasi NasionalBantuan Rumah GuruSekolah Rakyat1. Tunjangan Guru Aparatur Sipil Negara Daerah (ASND)Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan guru, salah satunya melalui pemberian aneka tunjangan Mekanismen Baru Kementerian Keuangan langsung ke Rekening Guru. Tujuan program ini adalah sebagai berikut:&nbsp;&nbsp;Lebih Cepat &amp; Efisien, yaitu memotong alur birokrasi berarti tunjangan diterima oleh guru tepat pada waktunya.Lebih Transparan, yaitu alur dana yang jelas dan dapat dilacak langsung dari pusat ke penerima.Lebih Tepat Sasaran, yaitu memastikan setiap guru yang berhak menerima tunjangan tanpa hambatan.&nbsp;2. Tunjangan Guru, Bantuan Insentif, dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi Guru NonASNTunjangan untuk guru nonASN yang semula Rp.1.500.000,-/bulan telah dinaikan menjadi Rp.2.000.000,-/bulan dan disalurkan langsung ke rekening guru. Selain Tunjangan Profesi Guru, diberikan juga Tunjangan Khusus untuk guru di daerah 3T. Pemerintah melalui Kemendikdasmen juga memberikan Bantuan Insentif dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk guru.Perubahan Kebijakan Pemberian&nbsp;Bantuan Guru Insentif Non ASN dan BSU adalah sebagai berikut:Insentif&nbsp;Belum memiliki Sertifikat PendidikMemiliki Kualifikasi paling rendah S-1/D-IVMemiliki NUPTKMemenuhi Beban MengajarTerdata dalam DapodikTidak berstatus ASNSasaran Penerima mencapai 341.248 orangBSU&nbsp;Berstatus Pendidik Non-ASNBertugas pada satuan Pendidikan Non-FormalBelum Bersertifikat PendidikBerpenghasilan kurang dari Rp.3.500.000/bulanTerpadankan dengan DTSEN (Memiliki NIK tervalidasi Dukcapil)Memenuhi Beban Kerja Pada Satuan Administrasi PangkalDiberikan sebesar Rp 300ribu x 2 bulan3. Pendidikan Profesi GuruPendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program yang berfokus pada penuntasan perolehan Sertifikat Pendidik (Serdik) bagi Calon Guru (Prajabatan) dan Guru Tertentu (Dalam Jabatan). Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem pendidik yang profesional dan kompeten di seluruh Indonesia. PPG berlaku bagi semua guru yan terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan berstatus aktif mengajar pada tahun ajaran 2023/2024 dan belum memiliki Sertifikat Pendidikan (Serdik).Kriteria Guru yang Menjadi SasaranGuru diidentifikasi lebih lanjut berdasarkan latar belakang program dan status fungsional mereka. Berikut adalah estimasi distribusi dari mana para kandidat berasal.Aktif mengajar sampai dengan tahun ajaran 2023/2024 dan aktif mengajar pada saat pelaksanaan PPG. Telah memenuhi persyaratan administrasi diantaranya:&nbsp;guru yang berasal dari program pelatihan kepemimpinan sebelumnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang belum memiliki Sertifikat Pendidik;guru yang telah menyelesaikan pendidikan dan latihan profesi Guru namun belum memiliki Sertifikat Pendidik; danguru yang berasal dari peralihan jabatan fungsional lain yang belum memiliki Sertifikat Pendidik.4. Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-IVProgram ini merupakan perwujudan cita-cita ke-4 Presiden RI, menargetkan 12.500 guru untuk mendapatkan kualifikasi S-1/D-4.&nbsp;Program ini akan dilaksanakan oleh&nbsp;110 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia. Sebanyak 11.094 guru akan mengikuti PPG di Tahun 2026, sedangkan 1.406 akan mengikuti PPG di Tahun 2027.&nbsp;Sasaran baru di Tahun 2026 sebanyak 137.965 guru akan dipadankan dengan PD Dikti untuk memverifikasi calon peserta yang belum berkualifikasi S-1/D-IV (tidak terdaftar sebagai mahasiswa aktif).&nbsp;5. Pembelajaran MendalamSebagai upaya membangun manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bermasyarakat, bernalar Kritis, kreatif, kolaboratif, mandiri, sehat, dan komunikatif, diperlukan penyesuaian kurikulum dan pendekatan pembelajaran yang mampu membuat pembelajaran bermakna, relevan dengan konteks nyata, beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan global, dan keragaman sosial dan budaya. Salah satu kebijakan penyesuaian di antaranya adalah penerapan pendekatan pembelajaran mendalam pada kurikulum.Program ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif sehingga siswa tidak hanya menghafal fakta, tapi mampu menganalisis, mengevaluasi, dan mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata. Selain itu, mendorong pemahaman yang bermakna yang fokusnya bukan sekadar hasil ujian, tetapi pemahaman.6. Koding dan Kecerdasan ArtifisialProgram pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) dirancang untuk membentuk generasi yang adaptif dan inovatif. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pengembangan pola pikir kritis dan etis. Program Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) bertujuan untuk memperkuat arah kebijakan dan implementasi pembelajaran berbasis teknologi digital di Indonesia melalui pengembangan desain, strategi, dan model pembelajaran yang kontekstual. Program ini juga ditujukan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dan calon pengajar, baik dari sisi pengetahuan konten keilmuan, keterampilan teknis, pedagogik, maupun etika dan literasi digital, agar mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran Koding dan KA secara efektif di jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.7. Peningkatan Kompetensi Guru BKPendidikan karakter bagi murid perlu diperkuat di lingkungan satuan Pendidikan. Guru juga memiliki peran yang sangat penting untuk melaksanakan pendidikan karakter melalui fungsi pembimbingan dan konseling. Program peningkatan kompetensi Guru BK bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembinaan karakter positif dan pengembangan pribadi, sosial, belajar dan karir murid melalui pendekatan bimbingan dan konseling serta layanan pembelajaran yang bernuansa bimbingan dan konseling yang menyeluruh dan berkelanjutan dengan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan gembira untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.&nbsp;8. Program Kepemimpinan Sekolah (Pelatihan BCKS)Membentuk pemimpin pendidikan yang berdampak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Program ini bertujuan untuk:&nbsp;menyiapkan bakal calon kepala sekolah;&nbsp;menyiapkan bakal calon pengawas sekolah;&nbsp;meningkatkan kapasitas kepala tenaga kependidikan dan tenaga kependidikan; dan&nbsp;meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan pengawas sekolah.&nbsp;9. Gerakan Numerasi NasionalGerakan Numerasi Nasional (GNN)&nbsp;merupakan inisiatif bersama untuk menggabungkan para pihak yang peduli dan mendukung peningkatan kemampuan senang numerasi di masyarakat Indonesia. Gerakan ini berfokus pada jenjang PAUD dan SD. Tujuannya adalah menanamkan mindset bahwa numerasi itu menyenangkan dan penting dalam kehidupan sehari-hari. Aspek penting dari gerakan ini adalah:&nbsp;Pola Pikir Berumerasi: Peningkatan skill set pada guru dan orang tua.Pemanfaatan Tool Set: Agar dapat menumbuhkan ekosistem bernumerasi.&nbsp;&nbsp;10. Bantuan Rumah GuruProgram Bantuan Rumah Guru bertujuan agar semua guru bisa punya Rumah Pertama dengan dengan fasiilitas pembiayaan KPR FLPP dari BP TAPERA.11. Sekolah RakyatKemendikdasmen menyiapkan data ketersediaan Calon Guru dan Kepala Sekolah, menyerahkan data kandidat Calon Guru dan Kepala Sekolah, dan filtering kandidat sesuai persyaratan umum Kementerian Sosial mengumumkan hasil seleksi Guru Sekolah Rakyat.

pendidikan

Hari Lahir Pancasila, Museum Multatuli Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda

Lebak, Banten, 2 Juni 2026 - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengunjungi Museum Multatuli di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, usai bertindak sebagai Pembina Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Alun-Alun Rangkasbitung. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan relevansi nilai-nilai Pancasila sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah bangsa.Didampingi Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, Wamendikdasmen meninjau berbagai koleksi dan narasi sejarah yang tersaji di Museum Multatuli. Bonnie Triyana merupakan penggagas Museum Multatuli di Rangkasbitung, Banten, serta dikenal aktif dalam berbagai upaya pelestarian sejarah, termasuk penyelamatan Gedung Sarekat Islam di Semarang. Dalam kunjungan tersebut, Wamendikdasmen memperoleh pemaparan mengenai sejarah Multatuli dan jejak tokoh-tokoh nasional yang memiliki keterkaitan dengan Kabupaten Lebak.“Semangat yang dituangkan dalam Max Havelaar sangat relevan dengan nilai-nilai Pancasila, terutama terkait keadilan dan kemanusiaan. Pesan-pesan itu penting untuk terus kita rawat dan aktualisasikan dalam kehidupan saat ini,” ujar Wamen Fajar, Senin (1/6).Dalam kunjungannya, Fajar juga menyoroti posisi Kabupaten Lebak sebagai wilayah yang memiliki kekayaan sejarah luar biasa. Selain menjadi tempat yang berkaitan dengan sosok Multatuli, Lebak juga memiliki jejak sejarah sejumlah tokoh penting bangsa, seperti Soekarno, Haji Agus Salim, Tan Malaka, dan Maria Ulfah.Menurutnya, kekayaan sejarah tersebut perlu menjadi bagian dari memori kolektif bangsa, khususnya bagi Generasi Z dan Generasi Alpha.“Lebak merupakan mutiara sejarah yang luar biasa. Banyak tokoh besar bangsa yang memiliki keterkaitan dengan daerah ini. Warisan sejarah tersebut perlu diperkenalkan secara lebih luas agar generasi muda semakin mengenal tokoh-tokoh yang turut membentuk perjalanan Indonesia,” katanya.Fajar menambahkan, semangat antikolonialisme yang menjadi bagian penting dari sejarah bangsa perlu terus dipelihara dan dimaknai dalam konteks kekinian sebagai upaya memperkuat karakter, kebangsaan, dan persatuan Indonesia.Dalam kesempatan tersebut, Wamendikdasmen juga mengapresiasi keberadaan Museum Multatuli yang merupakan satu-satunya museum post-kolonial di Indonesia dan termasuk salah satu dari sedikit museum post-kolonial di dunia. Ia menilai museum memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran yang mampu menghubungkan generasi muda dengan sejarah bangsanya.“Bagi kami di dunia pendidikan, museum seperti ini merupakan oase bagi anak-anak dan generasi muda. Museum harus menjadi ruang belajar yang hidup, terus berkembang, dan menghadirkan pengetahuan baru sehingga mampu menarik minat generasi muda untuk mengenal sejarah,” ungkapnya.Selain sebagai sarana edukasi, Fajar juga melihat potensi besar Museum Multatuli dan Kabupaten Lebak untuk berkembang sebagai destinasi wisata sejarah. Menurutnya, dukungan infrastruktur yang semakin baik membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mengakses dan mengenal kekayaan sejarah daerah tersebut.“Jika terus dikembangkan, wisata sejarah di Lebak tidak hanya memperkuat memori kolektif bangsa, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat setempat,” ujarnya.Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pentingnya menjaga dan mewariskan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Melalui pemahaman sejarah yang kuat, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya mengenal perjalanan bangsanya, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta menjawab tantangan masa depan Indonesia.*** (Penulis &amp; Fotografer: Irfan)&nbsp;Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan MenengahLaman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook: facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers#PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

Ecosystem

Digitalisasi Pendidikan Terintegrasi

Kami menghadirkan AAG Integrated SIS untuk mempermudah akses informasi bagi siswa dan orang tua, mulai dari sistem PPDB hingga rekam akademik dalam satu genggaman.

Smart School

Ekosistem digital terintegrasi satu atap komprehensif.

Aviation Identity

Kurikulum khusus kedirgantaraan standar aviasi internasional.

Industry Link

Kerjasama strategis keterserapan kerja dengan maskapai & MRO.

Digital Admission

Proses seleksi PPDB Online cepat tanpa hambatan berkas fisik.

Strategic Partners

Dukungan Industri Terpercaya

DTECH-ENGINEERING
DTECH-ENGINEERING

Pendidikan

Terbaru

Wamen Atip: Teknologi AI harus Berpijak dan Bermanfaat untuk Kemanusiaan dan Nilai Keagamaan

Depok, Kemendikdasmen – Bertepatan dengan momentum Hari Lahir Pancasila, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, memberikan orasi ilmiah dalam acara Wisuda Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAI Persis), di Depok, Jawa Barat, Senin (1/6).Dengan tajuk Membangun Peradaban Berbasis Etika Menakar Peluang dan Tantangan Masa Depan Bagi Sarjana Muslim, Wamen Atip mengajak kepada seluruh civitas akademika STAI Persis dan para wisudawan untuk memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai penguat kapasitas intelektual, khususnya di bidang keilmuan agama Islam.Dalam orasinya, Wamen Atip turut menyoroti kemudahan akses informasi yang ditawarkan oleh AI. Menurutnya, banyak kekhawatiran yang muncul bahwa AI dapat menggeser peran strategis keilmuan agama, khususnya bidang pembuatan fatwa dan kajian keagamaan. “AI sejatinya tidak dapat menggantikan kedalaman ilmu dan kepasitas intelektual manusia. Kehebatan otak manusia tetap menghasilkan kualitas terbaik dengan kemampuan berfikir kritis dan kreatifitas,” ungkap Wamendikdasmen, Atip Latipulhayat, di Depok, Senin (1/6).Pada konteks perguruan tinggi Islam, Wamen Atip menilai AI perlu dipandang sebagai keterampilan yang harus dikuasai oleh seluruh sivitas akademika. Baginya, kemudahan informasi melalui AI dapat dimanfaatkan untuk kemanfaatan ilmu pengetahuan Islam yang berguna untuk masyakarat.“Tantangan saat ini adalah bagaimana kita harus memperkaya data dan informasi tentang keislaman di AI, agar hal tersebut bukan hanya sebagai ilmu, tetapi menjadi sumber inspirasi. Tentunya perlu upaya kolektif untuk memperkaya basis pengetahuan digital dengan informasi yang akurat mengenai pemikiran, tradisi, dan khazanah keilmuan Islam, termasuk kontribusi organisasi-organisasi Islam di Indonesia,” papar Wamen Atip.Di sisi lain, Wamen Atip memandang ilmu keislaman harus terus dikembangkan agar tidak berhenti pada tataran normatif semata. Perguruan tinggi Islam dijelaskannya harus menjadikan nilai-nilai Islam sebagai sumber inspirasi lahirnya ilmu yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern, termasuk di bidang ekonomi, teknologi, sosial, dan kebijakan publik.“Keberhasilan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya memanfaatkan waktu dan menghasilkan kreativitas. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Islam memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan ilmu yang bermanfaat, inovasi yang berdampak, serta memastikan bahwa perkembangan teknologi tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman,” pungkas Wamen Atip. (Penulis: Destian, Fotografer: Morecka)&nbsp;Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSekretariat JenderalKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah&nbsp;Laman: kemendikdasmen.go.idX: x.com/KemdikdasmenInstagram: instagram.com/kemendikdasmenFacebook:&nbsp; facebook.com/kemendikdasmenYouTube: KEMDIKDASMENPertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.idSiaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/berita&nbsp;#PendidikanBermutuuntukSemua#KemendikdasmenRamah

Prestasi

Belum ada konten pada kategori ini.

Penelitian dan Inovasi

Belum ada konten pada kategori ini.

Seputar Kampus

Belum ada konten pada kategori ini.

Kabar Sekolah

Belum ada konten pada kategori ini.

Kerjasama

Belum ada konten pada kategori ini.

Mulai Karier Aviasimu Bersama Kami!

Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) telah dibuka. Pastikan Anda mendapatkan kursi untuk masa depan yang gemilang.